PILKADES SERENTAK – Suasana Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 17 Klaster Bima Asri Perumahan Dukuh Bima, Desa Lambansari, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi pada Minggu (20/9/2026). Warga nampak bergembira penuh keceriaan, tanpa ketegangan saat momen Pilkades.
Pilkades di Bekasi Berlangsung Guyub, Warga Tetap Kompak Meski Beda Pilihan
KAB BEKASI || ARNews, TAMBUN SELATAN – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 17 Klaster Bima Asri Perumahan Dukuh Bima, Desa Lambansari, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi berlangsung penuh keceriaan, tanpa ketegangan pada Minggu (20/9/2026).
Meski berbeda pilihan, warga di lokasi tetap guyub dan kompak saat menyalurkan hak suaranya.
Berdasarkan pantauan, kebanyakan warga datang mengenakan busana khas Betawi. Warga pun berkumpul, saling tegur sapa, berbincang hingga makan sajian prasmanan yang telah disediakan panitia pemilihan.
Bahkan, sesekali warga melakukan tarian-tarian yang diiringi musik tradisional maupun kekinian.
Di TPS ini juga menggunakan sistem digital dengan berkonsep budaya Betawi. Terlihat ada ornamen ondel-ondel, petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) pria mengenakan batik Betawi lengkap dengan peci nasional bermotif Betawi.
Sementara itu, petugas perempuan kompak mengenakan kebaya encim berhijab berwarna biru.
Tak hanya petugas TPS, warga yang datang pun mengenakan busana khas betawi.

PILKADES SERENTAK – Suasana Tempat Pemungutan Suara (TPS) 17 Klaster Bima Asri Perumahan Dukuh Bima, Desa Lambansari, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi menggunakan sistem digital dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak mengusung konsep Betawi, pada Minggu (20/9/2026). (ARNews/AK)
Di lokasi TPS juga disediakan makanan prasmanan dengan makanan khas Betawi buat warga yang telah menyalurkan hak suaranya.
Kegiatan pemilihan ini juga diiringi musik Betawi dan ada juga penampilan tarian khas Betawi dari warga.
Salah seorang warga, Yanti Wibowo (57) mengungkapkan, ini menjadi pengalaman pertama Pilkades digital
Warga sangat dimudahkan dan lebih cepat tanpa antrean panjang.
“Pilkades digital ini jadi praktis, cepat dan biasa antre, ini cepat prosesnya,” kata Yanti.
Yanti mengungkapkan, suasana Pilkades di lingkungannya juga tanpa ketegangan. Sebab, warga lebih mementingkan persaudaraan dibandingkan harus terjadi keributan karena berbeda pilihan.
“Ya mau ngapain juga kan harus tegang, ribut-ribut. Kita asik seru-seruan aja, jaga persaudaraan walaupun beda pilihan,” kata dia.
(Encu Susilawati)















Leave a Reply