Rudy Susmanto: Kabupaten Bogor Cetak Sejarah 6.396 Rumah BSPS Dialokasikan untuk Warga pada 2026
ARNews || Cibinong – Kabupaten Bogor mencetak sejarah baru di sektor perumahan setelah memperoleh alokasi minimal 6.396 unit Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) untuk tahun 2026. Jumlah tersebut menjadi salah satu alokasi terbesar yang pernah diterima Kabupaten Bogor dalam program peningkatan rumah layak huni.
Kabar tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Bogor Rudy Susmanto usai melakukan pertemuan dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait di Kantor Kementerian PKP, Jakarta, Jumat.
Rudy menegaskan, capaian ini merupakan tonggak penting bagi Pemerintah Kabupaten Bogor dalam mempercepat penanganan rumah tidak layak huni sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Ini sejarah baru Kabupaten Bogor. Kita mendapat bantuan untuk pembangunan rumah tidak layak huni atau BSPS sejumlah minimal 6.396 rumah,” ujar Rudy Susmanto.
Menurutnya, program BSPS menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjawab kebutuhan masyarakat akan hunian yang aman, sehat, dan layak.
Rudy menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Bogor akan memaksimalkan pelaksanaan program BSPS agar bantuan dapat tersalurkan secara tepat sasaran kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Ia menilai, besarnya alokasi tersebut menjadi motivasi bagi seluruh jajaran pemerintah daerah untuk terus meningkatkan pelayanan publik, khususnya di bidang perumahan.
“Kami tentu bersyukur atas dukungan dari pemerintah pusat. Ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Kabupaten Bogor,” katanya.
Sebagai kabupaten dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia, kebutuhan rumah layak huni di Kabupaten Bogor masih sangat tinggi.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk Kabupaten Bogor mencapai sekitar 5,7 juta jiwa. Sementara berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), jumlah penduduk bahkan mencapai sekitar 6,19 juta jiwa.
Besarnya jumlah penduduk tersebut membuat kebutuhan terhadap pembangunan maupun rehabilitasi rumah layak huni terus meningkat dari tahun ke tahun.
Karena itu, Rudy menilai dukungan pemerintah pusat melalui program BSPS menjadi langkah strategis untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah memperoleh tempat tinggal yang lebih layak.
Tak hanya memperoleh alokasi awal sebanyak 6.396 unit, Kabupaten Bogor juga berpeluang mendapatkan tambahan kuota BSPS.
Hal itu disampaikan Menteri PKP Maruarar Sirait yang menyatakan pemerintah akan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program sebelum memutuskan penambahan alokasi.
Menurut Rudy, peluang tersebut menjadi tantangan sekaligus dorongan agar Pemerintah Kabupaten Bogor mampu merealisasikan program secara cepat, tepat, dan sesuai target.
“Pak Menteri juga menyampaikan adanya rencana penambahan alokasi. Tentu nanti akan melihat hasil evaluasi ke depan. Ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus melayani masyarakat,” ungkap Rudy.
Sementara itu, Maruarar Sirait menegaskan pemerintah pusat masih membuka peluang tambahan bantuan apabila pelaksanaan program BSPS di Kabupaten Bogor berjalan optimal.
“Kalau memang siap, kita masih ada alokasi,” ujar Maruarar.
Selain membahas pelaksanaan BSPS, dalam pertemuan tersebut juga dibahas rencana kunjungan kerja Menteri PKP ke Kabupaten Bogor pada Oktober 2026.
Kunjungan tersebut dijadwalkan untuk meninjau langsung sektor perumahan sekaligus memperkuat ekosistem pembangunan perumahan yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari pelaku UMKM, kontraktor lokal, hingga pengembang perumahan.
Langkah ini diharapkan mampu mempercepat pembangunan kawasan permukiman sekaligus memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan aktivitas sektor konstruksi dan usaha pendukung lainnya.
Dengan alokasi ribuan unit BSPS tersebut, Pemerintah Kabupaten Bogor optimistis semakin banyak masyarakat yang dapat menikmati rumah layak huni, sekaligus memperkuat komitmen daerah dalam meningkatkan kualitas hidup warganya melalui pembangunan sektor perumahan yang berkelanjutan.
(Roni)
















Leave a Reply