Advertisement

Dugaan Pungli: Penyaluran Bantuan Pangan, Oknum Ketua RT di Desa Kedung Jeruk Kecamatan Cibuaya Kabupaten Kerawang

Dugaan Pungli: Penyaluran Bantuan Pangan, Oknum Ketua RT di Desa Kedung Jeruk Kecamatan Cibuaya Kabupaten Kerawang

Kabupaten Karawang, ARNEWS Dugaan praktik pungutan liar (pungli) terhadap penyaluran bantuan pangan di wilayah Rt 01, desa Kedung jeruk kecamatan cibuaya, kabupaten karawang, semakin mengemuka dan menjadi sorotan publik. Hingga saat ini, pemerintah desa kedung jeruk belum memberikan penjelasan maupun klarifikasi lengkap terkait persoalan tersebut, sementara kaur kesra Pahrul hanya merespons singkat saat dimintai keterangan. Pada Jumat (12/06/26).

Pantauan awak media. Sebelumnya, tim kontrol sosial menemukan indikasi dugaan pungli di lingkungan RT 01 Informasi yang dihimpun awak media menyebutkan, adanya permintaan uang sebesar Rp 30,000 Sebelum bantuan yang diterima warga, berupa beras dan minyak goreng. Pihak yang tidak bertanggung jawab disebut-sebut mencatut nama ketua RT 01 sehingga oknum setempat sebagai pihak yang meminta-minta uang untuk memberi pangan program bantuan pemerintah bantuan tersebut.

Menindaklanjuti temuan tersebut, awak media berupaya meminta konfirmasi resmi kepada Kesra Pahrul bertempat di kantor desa Kedung jeruk, untuk klarifikasi, gimana jalan keluarnya agar Kasus ini tidak ditindaklanjuti, ternyata hasilnya nihil, Pasalnya pak kesra memanggil Se’orang beking wartawan Klarifikasi tersebut tidak ada jalan keluar nya, karena Se’orang beking wartawan tersebut, dengan Nada marah, 

Dari salah seorang awak media Sidik polisi News bersama awak media ARNews (ARNEWSONLINE.co.id). Tujuannya untuk mengkonfirmasi, kepada Kesra Pahrul Pasalnya kegiatan penyaluran bantuan pangan di komando oleh kaur kesra Karena Ranahnya kaur kesra, kaur kesra siap akan menegur para ketua RT, ucapnya 

Hal tersebut klarifikasi ada sedikit memanas, dari Se’orang wartawan beking Pak kesra agak Nada marah klarifikasi tersebut tidak berlanjut gak ada tanggapan dari pihak Kesra. Kesra Pahrul menyarankan kepada awak media Sidik polisi News, di arahkan menghubungi, Se’orang wartawan beking nya, dari pihak awak media Sidik polisi News, tidak mau Percuma, Pungkasnya 

Sebelum berita ini ditayangkan ucap kesra, bahasa nya, silahkan naekin 

Namun, respons yang diterima jauh dari harapan. Hingga berita ini diterbitkan,  belum memberikan penjelasan rinci maupun pernyataan resmi terkait masalah yang terjadi di wilayah administrasinya. Ketika dikonfirmasi mengenai dugaan tersebut, PAHRUL hanya memberikan jawaban singkat dengan satu kata, yakni: “Waduh.”

Awak media kemudian kembali menyampaikan sejumlah pertanyaan lanjutan, antara lain terkait langkah antisipasi dan penindakan apa yang akan diambil pemerintah desa, mekanisme pengawasan penyaluran bansos, hingga kemungkinan pemberian sanksi administratif kepada oknum yang terlibat maupun yang namanya dicatut. Sayangnya, hingga batas waktu penerbitan berita, belum ada jawaban atau penjelasan lebih lanjut yang disampaikan.

Kasus ini pun menuai perhatian dari kalangan aktivis sosial. Mereka meminta pemerintah Desa bersikap tegas, transparan, dan bertanggung jawab agar penyaluran bansos benar-benar tepat sasaran dan tidak lagi dijadikan objek pungutan oleh oknum tertentu yang ingin mengambil keuntungan pribadi.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi maupun langkah nyata yang diumumkan oleh Pemerintah Desa terkait dugaan pelanggaran ini. Awak media masih terus berupaya melakukan konfirmasi dan berencana menemui Kepala Desa Kedung jeruk secara langsung guna mendapatkan penjelasan lengkap serta kejelasan langkah penanganan kasus  pungkasnya 

Reporter: ARNEWSONLINE.co.id

Penulis SITI KURNIA

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *